Jumat, 22 Maret 2013

Rangkuman materi agama kelas XI


IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
1.PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
            Menurut pengertian bahasa,kata kitab artinya buku,surah kiriman,dan hukum (peraturan). Sedangkan kata iman artinya percaya.Secara terminologi,Iman kepada Kitab-Kitab Allah dapat diartika sebagai memercayai atau meyakini bahwa Allah swt telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para rasul-Nya agar kitab-kitab-Nya dijadikan sebagai pedoman hidup umat manusia agar mereka memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.Hukum beriman kepada kitab-kitab Allah swt adalah fardu’ain.
            Beberapa kitab-kitab Allah yang diwahyukan sebelum turunnya wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw sebagaimana dicantumkan dalam Al-Qur’an adalah :
a.Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as (Q.S Al-Ma’idah, ayat 44)
b.Zabur yang diturunkan pada Nabi Daud as (Q.S Al-Isra’,ayat 55)
c.Injil yang diturunkan pada Nabi Isa as (Q.S Al-Ma’dah,ayat 46)
d.Sahifah-sahifah atau lembaran-lembaran firman Allah kepada Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as (Q.S A An-Najm,ayat 36-37)
            Terhadap kitab-kitab Allah sebelum Al-Qur’an dan sahifah-sahifah tersebut,setiap muslim dan muslimat harus beriman secara IJMALI,artinya harus percaya saja sedangkan mengetahui dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalam kitab-kitab Allah sebelum Al-Qur’an bukan merupakan suatu kewajiban.Hal ini karena kedudukan kitab dan sahifah tersebut sebagai pedoman hidup umat manusia berakhir setelah wahyu Al-Qur’an turun.Seluruh umat manusia yang hidup sejak  Al-Qur’an turun salmpai akhir zaman wajib menjadikan Al-Qur’an sebagi pedoman hidupnya,Dalil naqli bahwa Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang terakhir adalah Surah Ali ‘Imraan ayat 2-4.
SIKAP PERILAKU BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT
Sikap perilaku orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah swt antara lain :
1.      Mengakui dan menghormati kedudukan kitab-kitab Allah sebelum Al-Qur’an,dan dijadikan pedoman hidup oleh umat-umat padag periode sebelum turunnya Al-Qur’an.
2.      Meyakini dan mengakui bahwa kitab suci Al-Qur’an merupakan kitab yang palming utama dan yang palming akhir diturunkan.Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab Allah swt sebelumnya dan sebag i batu ujian yaitu ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab yang sebelumnya.
3.      Meyakini dan mengakui bahwa Al-Qur’an itu merupakan pedoman hidup seluruh umat manusia sampai akhir zaman.
4.      Menjalani hidup hanya untuk beribadah (menyembah) Allah swt sebagaimana Al-Qur’an menegaskan bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah.



Artinya: “Dan aku (Allah swt) tidak menciptakan jin dan manusia,melainkan supaya mereka menyembah-Ku (beribadah kepada-Ku).” (Q.S Az-Zariyat,ayat 56)
            Menurut pengertian yang unversal,ibadah adalah nama yang melingkupi segala yang disukai Allah swt dan yang diridhai-Nya,baik berupa perkataan,maupun perbuatan, baik yang dikerjakan secara terang-terangan,maupun dikerjakan dengan cara sembunyi-sembunyi.sedangkan inti daari ibadah adalmah melaksanakan perintah Allah swt dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.

HIKMAH BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
1.      Setiap orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah swt akan mendapat pahala dari-Nya.
2.      Orang-orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup
3.      Al-Qur’an menjadi obat mujarab bagi penyakit mental umat manusia.
4.      Terdorong untuk meningkatkan diri karena Al-Qur’an mendorong umat manusia untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkannya ke arah yang lebih maju.
5.      Memperkuat keyakinan pada kebenaran kerasulan Nabi Muhammad saw.
Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan iptek,misalnya :
1.Ayat yang berhubungan dengan ilmu hewan, dijelaskan dalam Q.S An-Nahl ayat 66.
2.Ayat yang berhubungan dengan ilmu jiwa,dijelaskan dalam Q.S Asy-Syams ayat 7-10.
3.Ayat yang berhubungan dengan astronomi,dijelaskan dalam Q.S ar-Rahman ayat 33.
4.Ayat yang berhubungan dengan penciptaan alam semesta dalam enam masa seperti yang dijelaskan pada Q.S Hud ayat 7.
Kemukjizatan Al-Qur’an sebagai bukti bahwa Al-Qur’an itu kalam Allah swt antara lain:
1.Struktur bahasanya yang sangat indah,sehingga para ahli syair dan para sastrawan dari masa Nabi Muhammad saw masih hidup sampai sekarang ini tidak ada yang mlampu menendinginya.
2.Isyarat ilmiah yang terkandung dalam Al-Qur’an,seperti terdapatnya ayat-ayat iptek yang sebagiannya sudah dikemukakan di atas.
3.Ajaran-ajaran Al-Qur’an sangat lengkap dan sempurna sesuai dengan situasi serta kondisi,berlaku sepanjang zaman.
4.Adanya ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan masa-masa yang akan datang,yang berada di luar jangkauan akal manusia dan yang akan dialami manusia seperti kehidupan manusia di alam Barzakh dan alam Akhirat.
BERPRILAKU TERPUJI
1.ETIKA ISLAM DALALM BERKARYA DAN TUJUANNYA
Kata karya berasal dari bahasag Sansekerta,yang persamaan katanya adalah kerja,usaha,dan ikhtiar. Setiap pekerja Muslim/Muslimah hendaknya berkarya atau bekerja sesuai dengan etika Islam,yaitu:
·         Melandasi setiap kegiatan kerja dengan niat semata-mata ikhlas karena Allah untuk memperoleh ridha-Nya.
·         Mencintai pekerjaannya.
·         Mengawali setiap kegiatan kerja dengan ucapan basmalah.
·         Melaksanakan setiap kegiatan kerja dengan cara yang halal.
·         Tidak melakukan kegiatan kerja yang bersifat mendurhakai Allah dan hukumnya haram
·         Tidak membebani diri,alat-alat produksi,dan hewan pekerja dengan pekerjaan-pekerjaan di luar batas kemampuan.
·         Memiliki sifat-sifat terpuji,seperti jujur,dapat dipercaya,gemar tolong-menolong dalam kebaikan,dan profesional dalam kerjanya.
·         Bersabar apabila menghadapi hambatan-hambatan dalam kerjanya dan bersyukur apabila memperoleh keberhasilan.
·         Menjaga keseimbangan antara kerja yang manfaatnya untuk kehidupan di dunia dan ibadah/kerja yang manfaatnya untuk kehidupan di akhirat.
MAKSUD MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN
1.Menjalin hubungan tali kasih sayang/silaturahmi khususnya antara yang memberi penghargaan dan yang diberi penghargaan.
2.Membuat senang atau gembira orang yang hasil karyanya dihargai.
3.Mendorong orang yang hasil karyanya dihargai,agar mempertahankan dan meningkatkan kualitas hasil karyanya ke arah yang lebih baik.
4.Menjauhkan diri dari suka menghina dan mencela hasil karya orang lain,karena merupakan perilaku buruk yang akan mendatangkan kerugian.
5.Meningkatkan taraf hidup orang yang diberi penghargaan,apabila penghargaan yang diberikan itu berupa sejumlah uang,tugas belajar,atau menaikkan pangkatnya ke pangkat yang lebih tinggi.
SIKAP MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN
1.Menghargai karya orang lain dengan sikap,misalnya bermuka manis apabila bertemu muka dengan orang yang berkarya.
2.Menghargai karya orang lain dengan ucapan,misalnya dengan pujian/pernyataan bahwa hasil karyanya itu bernilai tinggi.
3.Menghargai hasil karya orang lain melalui tulisan,misalnya dengan pemberian piagam.
4.Menghargai hasil karya seseorang melalui pemberian suatu hadiah yang berharga.
5.Menghargai hasil karya seseorang dengan perbuatan.
·         Jika yg berkarya itu seorang muslim penuhilah hak-hak sebagai seorang yang beragama Islam,yaitu:
a.Apabila engkau bertemu dgnnya,berilah salam
b.Apabila engkau diundang,penuhilah.
c.Apabila engkau dimintai nasihat,berilah nasihatd.Apabila ia bersin dengan memuji Allah,doakanlah
e.Apabila ia sakit jenguklah.
f.Apabila ia mati,antarkan jenazahnya ke kubur.
6.Tidak boleh bersikap iri hati dan dengki kepada orang yang hasil karyanya berprestasi.
7.Dilarang mengambl hak atau keuntungan yang mestinya diterima hanya oleh orang yang berkarya,sehingga orang yang berkarya merasa atau mengalami kerugian.
Perbuatan membajak buku dalam istilah ilmu fiqih dapat disamakan dengan gasab (mengambil harta orang lain dengan cara tidak sah) yg hukumnya haram.
MEMBIASAKAN PERILAKU MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN
Kebiasaan menghargai karya orang lain hendaknya dilaksanakan dalam lingkungan keluarga,sekolah,tempat bekerja di kantor-kantor pemerintah ataupun perusahaan-perusahaan swasta,juga dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara.
PERILAKU TERCELA
1.Pengertian Dosa Besar
Perkataan dosa berasal dari bahasa Sansekerta yang dalam bahasa Arabnya disebur Az-zanbu,Al-ismu atau Al-jurmu.Menurut istilah ulamah fukaha,dosa adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah swt yang hukumnya wajib dan mengerjakan larangan Allah yang hukumnya haram.
Dosa yang pelakunya diancam dengan hukuman dunia,seperti mencuri,korupsi,merampok,dan membunuh.
Dosa yang pelakunya diancam dengan siksa di akhirat,seperti kemunafikkan,kekafiran,dan lalai dalam mengerjakan salat.
Dosa besar dapat dihapus apabila pelakunya bertobat dengan tobatan nasuha.
Contoh Perbuatan Dosa Besar:
1.Dosa besar terhadap Allah swt
a.Syirik,dalam ilmu tauhid merupakan perbuatan menyekutukan Allah swt dengan sesuatu selain Allah,merupakan dosa besar yang paling berat.Orang yang berlaku syirik disebut musyrik.
b.Kufur,yaitu mengingkari adanya Allah swt dan segala ajaran Allah yang disampaikan oleh nabi/rasul.Orang yang berlaku kufur yaitu Kafir.Termasuk mengingkari atau tidak mensyukuri nikmat yang dikaruniakan kepadanya.
c.Nifak,yaitu menampakkan sikap,ucapan,dan perbuatan yang sesungguhnya bertentangan dengan apa yang tersembunyi dalam hatinya,seperti berpura-pura memeluk agama Islam padahal hatinya kufur.Orang yang berprilaku nifak disebut Munafik.
d.Fasik,yaitu melupakan Allah swt .Orang yang fasik akan meninggalkan kewajiban agamanya.
2.Dosa besar terhadap diri sendiri : Membunuh diri dengan cara papun yang dilarang Allah swt.
3.Dosa besar dalam keluarga : Durhaka kepada kedua orang tua.
Contohnya: a.Melakukan penganiayaan terhadap fisimk kedua orang tua.
b.Melontarkan caci maki atau kata-kata yang menyakitkan hati kedua orang tua.
c.Mengancam kedua orang tua,agar memberikan sejumlah uang atau sesuatu yang lain,padahal kedua orang tuanya tidak mampu.
4.Dosa Besar dalam pemenuhan Seksual
a.Zina,ialah persetubuhan antara laki-laki dan perempuan di luar pernikahan yang sah yakni pernikahan yang sesuai dengan ketentuan syara.
b.Homoseksual,adalah pemuasan nafsu seks antara sesama jenis,sesama pria atau sesama wanita.Dalam ilmu fikih disebut al-liwat.
c.Menuduh Zina/Qazaf,ialah menuduh orang lain berzina tanpa adanya saksi yang dibenarkan oleh syara’.
5.Dosa besar dalam Makanan san Minuman
a.Makanan,makanan yang haram ada dalam surah Al-Maidah ayat 3.
b.Meminum khamar
Perkataan khamar berasal dari kata khamran yang artinya tertutup,terhalang,atau tersembunyi. Selanjutnya kata khamar digunakan butan bagi setiap yang memabukkan dan menutup atau menghalangi akal sehat peminumnya dari mengerjakan perintah Allah dan rasul-Nya.
6.Dosa besar dalam kehidupan bermasyarakat
a.Pembunuhan,dalah perbuatan yg menyebabkan lenyapnya nyawa seseorang.Pembunuhan dapat dibagi 3 yaitu pembunuhan dengan sengaja,pembunuhan seperti sengaja,pembunuhan yang tidak sengaja.Menurut hukum Islam sanksi pelaku pembunuhan adalah qisas.
b.Menganiaya Orang,tindak pidana terhadap anggota tubuh manusia ada yang dilakukan dengan sengaja dan ada pula yang dilakukan dengan tidak sengaja.Sanksinya adalah qisas.
c.Mencuri,berarti mengambil barang milik orang lain dengan dim-diam.Dalam ilmu fikih,adalah mengambil harta milik orang lain dari tempat penyimpannnya secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi.Sanksi adalah hudud,atau potong tangan.
d.Merampok,ialah mengambil harta orang lain dengan kekerasan atau ancaman senjata tajam,bahkan sering disertaoi deng an penganiayaan atau pembunuhan,dan tergolong Hirabah.
MENGHINDARI PERBUATAN DOSA
1.Senantiasa menghindari dosa besar atau tidak melakukannya.
2.Setiap umat manusia khususnya umat Islam hendaknya menyadari bahwa melakukan dosa besar,akibat buruknya terutama akan menimpa pelakunya itu sendiri.
3.Orang-orang yang beriman ,diman pun dan kapan pun dia berada tentu tidak akan melakukan dosa besar.
4.Muslim/muslimah yang berdisiplin mengerjakan salat fardu,apalagi kalau ditambah dengan melaksanakan salat sunah akan mampu mengendalikan dirinya dari perbuatan keji dan mungkar.
5.Orang beriman akan berusaha agar senantiasa beramal saleh dan dan mengendalikan diri untuk tidak berbuat dosa bessar,karenag meyakini semua perbuatan baik dan jahat akan dicatat oleh malaikan Raqib dan Atid. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar